Dibalik dua nama besar situs itu yakni Mark Zuckerberg, penemu serta pendiri Facebook, dan Sergey Brin, penemu serta pendiri Google. Fakta menarik lainnya, kedua lelaki itu berdarah Yahudi. Bangsa dijanjikan dalam semua perjanjian agama mempunyai kecerdasan pemikiran dibanding bangsa lain di dunia. Ini dibuktikan di dunia maya pada masa sekarang, dua dari 100 situs terbaik versi Forbes (2011) yakni Google dan Facebook.
Berdarah Yahudi menjadi berkah dan kerepotan sendiri bagi Zuckerberg dan Brin. Situs mereka sering mengalami pemblokiran di sejumlah negara menerapkan syariat Islam kaku hanya karena mereka bagian dari Zionis. Di sisi lain, pengguna Facebook banyak dari kalangan muslim. Indonesia menjadi negara tertinggi pengguna media sosial ini berdasarkan survei dilakukan sebuah majalah ekonomi di Ibu Kota Jakarta. Begitu juga dengan Google. Kecepatan dan kelengkapan data diberikan membuat situs ini jadi mesin pencari terpopuler, mengalahkan Yahoo! pesaing justru lebih dulu muncul.
Meski punya sistem keamanan situs canggih, keduanya tidak pelak dari pembobol jaringan sistem keamanan, biasa disebut hacker. Para hacker canggih mampu menembus kode sekuritas itu tanpa terdeteksi. Google pernah tidak bisa diakses pekan lalu menyusul gelombang protes film menghina Muhammad SAW, Innocence of Muslims, dipercaya ini ulah hacker, meski hanya 30 menit. Facebook malah berkali-kali mengalami kerusakan. Tahun ini sudah dua kali Facebook tidak bisa diakses oleh penggunanya.



